Padang, 21 Desember 2025- Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Ketua H. Yufrizal, S.Ag., M.HI bersama Sekretaris Taufik Arsani, S.Ag., dan Bendahara Umum Muhammad Yunus, M.Sos terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan wakaf di Ranah Minang. Langkah strategis ini diwujudkan melalui program sertifikasi nazhir yang digelar di Hotel Daima Padang pada hari Minggu ini.
Kegiatan sertifikasi nazhir kompeten ini merupakan implementasi nyata dari Maklumat Wakaf Sumatera Barat yang merupakan hasil dari Seminar Wakaf Internasional yang sebelumnya diselenggarakan di Sumatera Barat. Program ini menjadi bukti keseriusan BWI Sumbar dalam mempersiapkan sumber daya manusia nazhir yang profesional dan berkompeten dalam mengelola harta wakaf umat.
Dalam sambutannya, Ketua BWI Sumbar H. Yufrizal, S.Ag., M.HI menyampaikan bahwa program sertifikasi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekosistem wakaf produktif di Sumatera Barat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap nazhir memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengelola dan mengembangkan harta wakaf untuk kesejahteraan umat,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Yang menjadi kebanggaan tersendiri adalah kehadiran Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi, SP., M.MIM sebagai peserta dalam sertifikasi ini. Gubernur Mahyeldi tercatat sebagai kepala daerah pertama di Indonesia yang mengikuti Sertifikasi Nazhir Kompeten Skema Portofolio, menunjukkan komitmen tinggi pemerintah daerah dalam pengembangan wakaf produktif.
Keikutsertaan Gubernur Mahyeldi dalam program sertifikasi ini memberikan dampak positif dan motivasi bagi para nazhir lainnya di Sumatera Barat. Langkah ini juga menjadi contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya memberi arahan, tetapi juga terjun langsung dalam upaya peningkatan kapasitas pengelolaan wakaf di daerah.
Program sertifikasi nazhir kompeten skema portofolio ini meliputi berbagai materi penting, mulai dari regulasi perwakafan, manajemen aset wakaf, pengembangan wakaf produktif, hingga pelaporan dan akuntabilitas. Para peserta juga dibekali dengan studi kasus dan praktik terbaik pengelolaan wakaf dari berbagai daerah.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan, termasuk para nazhir yang telah lama bertugas maupun calon nazhir baru. Mereka menilai program ini sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan harta wakaf yang semakin berkembang di Sumatera Barat.
BWI Sumbar di bawah kepemimpinan H. Yufrizal, S.Ag., M.HI menargetkan akan terus menggelar program serupa secara berkala untuk menjangkau seluruh nazhir di Sumatera Barat. Dengan SDM nazhir yang profesional dan kompeten, diharapkan potensi wakaf di Ranah Minang dapat dikelola secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
By. Muhammad Yunus



