Menghadap Gubernur Ketua BWI Sumbar Diskusikan Tentang Wakaf Berdampak Untuk Ummat

0
101

Padang-, Kegiatan Subuh Berkah kembali menjadi ruang strategis bagi lahirnya gagasan besar untuk kemaslahatan umat. Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti pertemuan yang mempertemukan tokoh-tokoh penting Sumatera Barat dalam sebuah diskusi mendalam bertajuk “Wakaf Berdampak untuk Umat”. (Sabtu, 20/12/25).

Acara ini berlangsung di Mushalla Gubernuran Sumbar yang langsung dihadiri oleh Ketua Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Barat, H. Yufrizal, S.Ag., M.HI, bersama Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi, SP., M.MIM. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen kuat antara ulama, pengelola wakaf, dan pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi wakaf sebagai instrumen pembangunan umat.

Diskusi Subuh Berkah ini juga turut serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumbar, yang diwakili oleh Prof. Ahmad Wira, Ph.D. dan Dr. Muhammad Sobri, MA. Keduanya memberikan perspektif akademik dan strategis terkait penguatan ekosistem wakaf produktif di Sumatera Barat.

Dalam uraian nya, H. Yufrizal menekankan bahwa wakaf tidak lagi dapat dipahami sebatas ibadah ritual, tetapi harus dikelola secara profesional dan berorientasi pada dampak sosial yang nyata. Menurutnya, wakaf yang dikelola dengan baik mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan umat.

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan wakaf produktif. Ia menegaskan bahwa wakaf memiliki potensi besar untuk bersinergi dengan program pembangunan daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi berbasis syariah.

Diskusi yang berlangsung selepas salat Subuh ini berjalan dinamis, penuh gagasan, dan sarat inspirasi. Para peserta diajak untuk memahami bahwa wakaf bukan hanya tentang aset, tetapi tentang visi besar membangun peradaban dan kemandirian umat melalui instrumen syariah.

Kegiatan Subuh Berkah ini juga menjadi momentum konsolidasi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga wakaf, akademisi, hingga masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan program wakaf yang terstruktur, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

Dengan terselenggaranya diskusi ini, Sumatera Barat kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang serius mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Wakaf berdampak untuk umat bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan nyata yang terus tumbuh dari masjid, dari Subuh yang penuh berkah, menuju kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
By. Muhammad Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here