Sumbar Jadi Episentrum Wakaf Nasional, Gubernur Mahyeldi Buktikan Keseriusan Pemda dengan Ikuti Sertifikasi Nazhir

0
136

Padang- Ranah Minang kini bukan sekadar tanah pusaka nan indah, tetapi juga tengah menjelma menjadi episentrum wakaf nasional yang menginspirasi. Di bawah kepemimpinan trio tangguh Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Barat – Ketua H. Yufrizal, S.Ag., M.HI, Sekretaris Taufik Arsani, S.Ag., dan Bendahara Umum Muhammad Yunus, M.Sos – geliat wakaf produktif di Bumi Minangkabau semakin menggelegar dan menjadi sorotan berbagai daerah di Indonesia. (Minggu,12/12/25).

Kepemimpinan BWI Sumbar yang visioner ini tidak main-main dalam mewujudkan mimpi besar menjadikan Sumatera Barat sebagai pusat pengembangan wakaf nasional. Langkah demi langkah strategis terus digulirkan, mulai dari edukasi masyarakat, pembinaan nazhir, hingga pengembangan wakaf produktif yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat. Hasilnya, Sumbar kini menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mengelola potensi wakaf yang masih terpendam.

Yang membuat gerakan wakaf di Sumbar semakin istimewa adalah dukungan penuh dari pemerintah daerah yang tidak hanya sebatas lip service. Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi, SP., M.MIM membuktikan keseriusannya dengan tindakan nyata yang langka ditemui di kalangan kepala daerah – beliau langsung terjun mengikuti sertifikasi nazhir kompeten. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen autentik seorang pemimpin yang ingin memahami seluk-beluk pengelolaan wakaf dari dalam.

“Pak Gubernur adalah teladan bagi kita semua. Beliau tidak hanya memerintahkan, tetapi juga ikut belajar bersama untuk menjadi nazhir yang kompeten,” ujar H. Yufrizal dengan penuh antusias. Kehadiran Gubernur Mahyeldi dalam sertifikasi ini bukan cuma memberi angin segar, tetapi juga energi luar biasa bagi seluruh penggerak wakaf di Sumbar bahwa gerakan Minang Berwakaf mendapat dukungan kuat dari puncak kepemimpinan daerah.

Dengan kombinasi kepemimpinan BWI yang progresif dan dukungan penuh dari Gubernur Mahyeldi, gerakan Minang Berwakaf bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang terus mengukir prestasi. Sumatera Barat kini berdiri kokoh sebagai episentrum wakaf nasional, membuktikan bahwa tanah Minang tidak hanya kaya akan adat dan budaya, tetapi juga kaya akan semangat berbagi dan wakaf untuk kesejahteraan bersama.
By. Muhammad Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here