Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti momen penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat yang dipimpin langsung oleh Kamarudin Amin. Pengurus BWI Sumatera Barat turut menyaksikan langsung gelaran akbar yang mengusung tema “Gerakan Indonesia Berwakaf: Meneguhkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas” ini sebagai bagian integral dari transformasi wakaf nasional. (Kamis, 07/08/25).
Kehadiran seluruh jajaran pengurus BWI Pusat bersama pengurus wilayah dari 34 provinsi di seluruh Nusantara menjadi saksi bisu tekad kolektif memajukan peradaban wakaf Indonesia. Atmosfer persatuan dan kebersamaan terpancar jelas dalam setiap sesi, mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih berkah melalui optimalisasi potensi wakaf yang luar biasa besar.
Puncak acara ditandai dengan penyampaian hasil rapat Komisi yang telah berlangsung intensif selama rangkaian Rakernas. Setiap rekomendasi dan keputusan strategis yang dihasilkan mencerminkan visi progresif BWI dalam mengakselerasi pemberdayaan wakaf sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Prof. Dr. Phil. Kamarudin Amin, MA., selaku Ketua BWI Pusat, menyampaikan seruan yang menggelora kepada seluruh peserta dengan penuh semangat. “Mari kita eksekusi semua yang sudah kita susun bersama dan juga selamat bagi kita semua,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh optimisme, seolah menegaskan bahwa masa depan wakaf Indonesia berada di tangan generasi saat ini.
Dalam paparannya yang menginspirasi, Ketua BWI Pusat menekankan peran krusial nazir dalam ekosistem pengembangan harta benda wakaf. Nazir bukan sekadar pengelola, melainkan garda terdepan yang menentukan apakah amanah wakaf dapat memberikan manfaat optimal bagi umat dan bangsa, atau justru terbengkalai sia-sia tanpa dampak signifikan.
Visi transformatif yang diusung BWI Pusat semakin jelas tergambar melalui komitmen terhadap sertifikasi nazir secara menyeluruh. “Kita berharap ke depannya nazir kita semua akan tersertifikasi,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya standarisasi kompetensi dalam mengelola aset wakaf yang nilainya mencapai triliunan rupiah di seluruh Indonesia.
Perencanaan strategis yang sistematis dan realistis menjadi kunci utama dalam roadmap BWI ke depan. Tidak lagi mengandalkan pendekatan konvensional yang parsial, BWI bertekad menghadirkan sistem pengelolaan wakaf yang terintegrasi, terukur, dan berdampak nyata bagi kemajuan peradaban bangsa Indonesia.
Kehadiran pengurus BWI Sumbar dalam momentum bersejarah ini mencerminkan semangat daerah untuk berkontribusi aktif dalam gerakan nasional pemberdayaan wakaf. Mereka pulang dengan membawa api semangat baru untuk mengimplementasikan berbagai inovasi dan terobosan yang telah dirumuskan bersama di tingkat pusat.
Rakernas kali ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan titik balik menuju era baru wakaf Indonesia yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing global. Dengan dukungan teknologi modern dan tata kelola yang prima, BWI yakin mampu mengangkat harkat dan martabat wakaf sebagai salah satu pilar kekuatan ekonomi syariah Indonesia.
Momentum penutupan Rakernas BWI ini menandai dimulainya babak baru perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045, di mana wakaf tidak lagi dipandang sebagai aktivitas ritual semata, tetapi sebagai instrumen strategis pembangunan berkelanjutan yang mampu mengangkat derajat kehidupan masyarakat Indonesia menuju kemakmuran yang berkeadilan.
By. Muhammad Yunus



