BWI Sumbar Gelar Sertifikasi Kompetensi Nazhir Batch 7: Langkah Strategis Optimalisasi Pengelolaan Wakaf di Ranah Minang

0
873

Padang – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme pengelolaan wakaf di Sumatera Barat, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumbar sukses menyelenggarakan program Sertifikasi Kompetensi Nazhir Batch 7 Skema 2 dengan tema “Pelaksanaan Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf” di Hotel Pangeran City, Minggu (25/5/2025). Kegiatan bergengsi ini menjadi momentum penting dalam mencetak nazhir-nazhir profesional yang mampu mengoptimalkan potensi wakaf di tanah Minangkabau.

Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Salahuddin Ahmad, Komisioner BWI Pusat, yang memberikan keynote speech yang memukau tentang visi besar wakaf nasional. Dalam sambutannya, Salahuddin Ahmad menekankan pentingnya sinergi antara BWI Pusat dan BWI daerah dalam menciptakan standarisasi pengelolaan wakaf yang unggul di seluruh Indonesia. “Sumatera Barat telah menjadi contoh terbaik dalam implementasi program sertifikasi nazhir, dan ini adalah prestasi yang patut dibanggakan,” ucap Komisioner BWI Pusat dengan penuh apresiasi.

Merespons sambutan hangat dari Komisioner BWI Pusat, Ketua Umum BWI Sumbar Buya Dr. H. Japeri, MM., ketika ditanya melalui selulernya disela kesibukan tengah menunaikan rukun islam yang ke – 5 di makkah yaitu melaksanakan ibadah haji juga menyampaikan visi strategis dalam membangun ekosistem wakaf yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Kehadiran Bapak Salahuddin Ahmad sebagai pembuka acara menunjukkan komitmen BWI Pusat terhadap program unggulan kami, dan ini menjadi motivasi besar untuk terus berinovasi dalam pengelolaan wakaf,” tegas Buya Japeri dengan penuh semangat.

Sekretaris BWI Sumbar, H. Yufrizal, S.Ag., M.H.I., menekankan pentingnya standardisasi kompetensi nazhir dalam era digitalisasi wakaf saat ini. Menurutnya, sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan harta wakaf dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan produktivitas maksimal. “Kami berkomitmen mencetak nazhir yang tidak hanya memahami aspek syariah, tetapi juga menguasai manajemen modern dan teknologi terkini,” ungkap H. Yufrizal dengan penuh semangat.

Dr. Muslimah, M.Ag., selaku Bendahara BWI Sumbar, menyoroti aspek keberlanjutan finansial dalam pengelolaan wakaf yang menjadi fokus utama pelatihan. Beliau menjelaskan bahwa nazhir masa kini harus mampu mengembangkan inovasi finansial syariah yang dapat memaksimalkan manfaat wakaf bagi kesejahteraan masyarakat luas. “Wakaf harus dikelola dengan mindset bisnis yang sehat namun tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual,” papar Dr. Muslimah dengan penuh keyakinan.

Program uji kompetensi sertifikasi yang berlangsung intensif selama sehari penuh ini menghadirkan materi komprehensif mulai dari aspek hukum wakaf, manajemen aset, pengembangan usaha produktif, hingga pelaporan keuangan yang sesuai standar akuntansi syariah. Para peserta yang terdiri dari nazhir aktif, calon nazhir, dan praktisi wakaf antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran yang dipandu oleh instruktur bersertifikat nasional.

Keunikan batch ke-7 ini terletak pada penekanan khusus terhadap skema pengembangan harta benda wakaf yang berkelanjutan dan berorientasi pada dampak sosial ekonomi. Peserta dibekali dengan pemahaman mendalam tentang strategi pengembangan wakaf produktif, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, hingga teknologi finansial syariah yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Suasana pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif tercipta melalui metode diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi pengelolaan wakaf yang aplikatif. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung dalam menyusun rencana pengembangan wakaf yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Hotel Pangeran City yang dipilih sebagai venue acara memberikan atmosfer yang kondusif untuk pembelajaran intensif ini. Fasilitas modern dan pelayanan prima mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, memungkinkan para peserta untuk focus maksimal dalam menyerap ilmu pengetahuan yang berharga tentang manajemen wakaf profesional.

Antusiasme peserta tercermin dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Banyak peserta yang mengapresiasi pendekatan praktis yang diterapkan, dimana setiap materi langsung dikaitkan dengan tantangan nyata yang dihadapi nazhir dalam mengelola aset wakaf di lapangan. “Program ini memberikan solusi konkret untuk masalah-masalah yang selama ini kami hadapi,” ungkap salah seorang peserta dengan penuh apresiasi.

Keberhasilan penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Nazhir Batch 7 ini menegaskan posisi BWI Sumbar sebagai pionir dalam pengembangan sumber daya manusia wakaf di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari trio kepemimpinan yang solid – Buya Dr. H. Japeri, MM., H. Yufrizal, S.Ag., M.H.I., dan Dr. Muslimah, M.Ag. – BWI Sumbar optimis dapat terus berkontribusi dalam memajukan peradaban wakaf di Nusantara menuju era keemasan yang berkelanjutan.
By. Muhammad Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here