Lembaga Kenazhiran BWI Sumbar Jadi Acuan Nasional, Dr. Muslimah Paparkan Strategi Wakaf Produktif di Forum Pusat

0
13

PADANG–,Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan H. Yufrizal, S.Ag., M.HI, terus menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kerja keras kolektif ini membuahkan hasil membanggakan dengan ditetapkannya Lembaga Kenazhiran BWI Sumbar sebagai salah satu acuan atau role model dalam pengembangan wakaf produktif di Indonesia. (Selasa, 12/05/26).

Keberhasilan ini semakin dipertegas dengan diundangnya Ketua Lembaga Kenazhiran BWI Sumbar, Dr. Muslimah, M.Ag., sebagai narasumber dalam forum bergengsi skala nasional. Beliau didaulat untuk membedah strategi pengelolaan wakaf di tengah para pimpinan BWI se-Indonesia, sebuah pengakuan nyata atas efektivitas program yang dijalankan di Ranah Minang.
Momentum bersejarah tersebut berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, dalam acara Koordinasi Lembaga Kenazhiran BWI Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menjadi panggung bagi Sumbar untuk menunjukkan taringnya dalam tata kelola dana umat yang profesional dan berdampak luas.

Berdasarkan surat undangan resmi bernomor 112/BWI/A/V/2026 yang ditandatangani oleh Sekretaris BWI Pusat, H. Anas Nasikhin, M.Si, kehadiran BWI Sumbar sangat dinantikan untuk memberikan paparan mendalam. Fokus utamanya adalah mengenai “Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Uang Lembaga Kenazhiran” yang selama ini menjadi keunggulan daerah tersebut.
Dalam sesi sharing yang berlangsung antara pukul 10.20 hingga 11.00 WIB, Dr. Muslimah bersanding dengan perwakilan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Riau. Meski bersanding dengan provinsi besar lainnya, pengalaman Sumatera Barat dalam menggerakkan wakaf produktif dinilai memiliki keunikan dan daya serap yang tinggi terhadap kearifan lokal.

Ketua BWI Sumbar, H. Yufrizal, menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah buah dari komitmen untuk mentransformasi wakaf dari sekadar ibadah ritual menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Di bawah arahannya, BWI Sumbar fokus pada penguatan kelembagaan kenazhiran agar lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Dr. Muslimah dalam paparannya menekankan bahwa kunci utama kesuksesan di Sumatera Barat adalah sinergi antara literasi wakaf yang masif dan inovasi pengelolaan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari wakaf uang mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi umat, baik di sektor pendidikan, maupun ekonomi kreatif,” ujarnya di hadapan peserta nasional.

Tak hanya soal paparan materi, kegiatan Rakor ini juga menjadi saksi sejarah dengan diluncurkannya integrasi Host to Host (H2H) Superapps BWI dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Langkah digitalisasi ini selaras dengan semangat BWI Sumbar yang mulai mengadopsi teknologi untuk mempermudah masyarakat dalam berwakaf secara real-time.
Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof. Dr. Phil H. Kamaruddin Amin, MA, dan Dr. KH. Masyhuril Khamis dalam forum tersebut menambah bobot strategis dari diskusi yang berlangsung. Pujian pun mengalir atas konsistensi Sumbar dalam menjaga amanah para wakif dengan pengelolaan yang produktif.

Melalui partisipasi aktif sebagai narasumber nasional ini, BWI Sumatera Barat berharap dapat menginspirasi daerah lain untuk terus berinovasi. Dengan kepemimpinan yang solid antara H. Yufrizal dan Dr. Muslimah, Lembaga Kenazhiran BWI Sumbar kini mantap menatap masa depan sebagai pusat keunggulan (center of excellence) wakaf produktif di tanah air.

By. Muhammad Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here