BWI Sumbar Ikuti Upacara HAB Kemenag ke-80: Kerukunan adalah Syarat Kebangkitan Bangsa

0
94

Padang- Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Yufrizal, S.Ag., M.HI., Sekretaris Taufik Arsani, S.Ag., dan Bendahara Muhammad Yunus, M.Sos., turut serta dalam upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80 yang digelar di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kehadiran BWI Sumbar yang diwakili oleh Bendahara Umum Muhammad Yunus, M.Sos., menjadi wujud komitmen lembaga dalam mendukung program-program keagamaan dan kerukunan umat di tengah tantangan yang dihadapi daerah. (Selasa, 06/01/26).

Momentum peringatan HAB Kemenag RI ke-80 di Sumatera Barat tahun ini diwarnai oleh refleksi mendalam dan visi futuristik yang penuh makna. Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, yang memimpin langsung upacara di hadapan jajaran Forkopimda dan seluruh ASN Kanwil Kemenag Sumbar, tidak hanya membacakan sambutan Menteri Agama namun juga menekankan relevansi tema di tengah ujian besar yang melanda daerah. “Di tengah kondisi ini, tema ‘Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju’ terasa sangat tepat. Kerukunan bukan pilihan tambahan, ia adalah syarat utama bagi kebangkitan,” tegas Mahyeldi dengan penuh semangat, mengingatkan hadirin akan bencana alam akhir 2025 yang merenggut korban jiwa dan merusak infrastruktur, termasuk rumah-rumah ibadah.

Dengan penuh empati, Gubernur menyampaikan duka mendalam dan doa bagi para korban serta keluarganya yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa peringatan HAB tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat akan misi suci Kementerian Agama untuk hadir sebagai perekat dan penenang di tengah masyarakat yang sedang memulihkan luka. “Kemenag harus menjadi mercusuar harapan, menyatukan hati yang terluka dan membangkitkan semangat gotong royong untuk bangkit bersama,” ungkapnya, menggugah semangat seluruh peserta upacara yang hadir.

Dalam pidatonya yang mengutip sambutan Menteri Agama, Mahyeldi menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar absennya konflik atau hidup berdampingan tanpa interaksi. “Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ujarnya di hadapan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa dan ratusan tamu undangan. Pernyataan ini menjadi inspirasi bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia, khususnya Sumatera Barat, adalah modal berharga yang harus dikelola menjadi energi positif untuk pembangunan.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dari jajaran pemerintahan dan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Edison, para Kepala Bidang, Pembimas, jajaran Forkopimda seperti Kejaksaan Tinggi, Kepala BKKBN, perwakilan Bank BRI dan BSI, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Sumbar beserta anggota, Kepala Bagian TU Kantor Kementerian Haji Amrizal, Kepala UPT BPJPH Ikrar Abdi, Kepala Kantor Kementerian Haji Lima Puluh Kota Evi Yoskar, pensiunan Kakanwil Dalimi Abdullah dan Ismail Usman, serta para Ketua Tim, Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Jabatan Fungsional Umum (JFU) seluruh ASN Kanwil Kemenag Sumbar. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan semangat kolaborasi dan sinergi yang menjadi ruh peringatan HAB tahun ini.

Bagi BWI Sumatera Barat, keikutsertaan dalam upacara ini bukan hanya menjalankan kewajiban seremonial, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun kerukunan dan kesejahteraan umat. Muhammad Yunus, M.Sos., yang mewakili BWI Sumbar, menyatakan bahwa lembaga wakaf memiliki peran strategis dalam mewujudkan sinergi untuk kemajuan, khususnya melalui pengelolaan aset wakaf yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Wakaf adalah salah satu instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemajuan ekonomi umat, sejalan dengan semangat HAB tahun ini,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Sumatera Barat kali ini meninggalkan pesan kuat bahwa di tengah segala ujian dan tantangan, kerukunan dan sinergi adalah kunci untuk bangkit lebih kuat. Seperti yang disampaikan Gubernur Mahyeldi, “Kita tidak hanya ingin pulih, tetapi bangkit lebih tangguh, lebih rukun, dan lebih maju.” Semangat ini diharapkan menjadi penggerak bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk BWI Sumatera Barat, untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi Indonesia yang damai, sejahtera, dan bermartabat. Momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap lembaga dan individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan menggerakkan kemajuan bersama.
By. Muhammad Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here