Padang, Sumatera Barat – Dalam langkah strategis yang inovatif dan visioner, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Sumatera Barat bersama Lembaga Kenazhiran menggelar pertemuan kolaboratif dengan para pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Persatuan Saudagar Muslimah Indonesia (PERSAMI) Sumatera Barat untuk membahas pengembangan UMKM berbasis wakaf produktif. Pertemuan yang berlangsung penuh semangat dan antusiasme ini di hadiri oleh unsur pimpinan BWI Sumbar menjadi momentum penting dalam mewujudkan sinergi antara institusi pengelola wakaf dengan para pengusaha Muslim, khususnya pengusaha perempuan yang tergabung dalam PERSAMI, untuk menciptakan ekosistem ekonomi umat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Kehadiran para pengusaha yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pemberdayaan ekonomi umat menjadi energi positif yang akan mengakselerasi program-program produktif berbasis wakaf di Sumatera Barat. (Sabtu, 08/11/25).
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh jajaran BWI Sumatera Barat yakni ketua Umum BWI Sumbar H. Yufrizal, S.Ag. M.H.I, dan sekretaris umum Taufik Arsani, S.Ag., serta ketua lembaga Kenazhiran Dr. Muslimah, M.Ag., dan disambut oleh pengurus PERSAMI sekaligus pengusaha sumbar Bunda Elizawati atau yang akrab disapa bunda revan dirumah kediaman pribadinya di kawasan Khatib Sulaiman padang, yang menunjukkan keseriusan lembaga dalam mengoptimalkan potensi wakaf untuk kesejahteraan umat, khususnya melalui pemberdayaan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. BWI Sumbar memaparkan bahwa wakaf tidak hanya terbatas pada tanah dan bangunan untuk masjid atau sekolah, tetapi dapat dikembangkan secara produktif untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan roda ekonomi umat. “Wakaf produktif adalah solusi cerdas untuk mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi umat. Melalui wakaf, kita bisa membangun usaha-usaha produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Yufrizal selaku Ketua BWI Sumbar dengan penuh keyakinan, membuka wawasan para peserta tentang potensi luar biasa dari wakaf produktif yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal.
Lembaga Kenazhiran yang memiliki peran krusial dalam pengelolaan dan pengawasan aset wakaf turut memberikan pemaparan mendalam tentang mekanisme pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan akuntabel sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan regulasi yang berlaku. Lembaga ini menekankan pentingnya nazir (pengelola wakaf) yang kompeten dan memiliki integritas tinggi untuk memastikan bahwa aset wakaf dikelola dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi umat. “Kami siap mendampingi para pengusaha dan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha mereka melalui skema wakaf produktif. Kami akan memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan teknis agar mereka dapat mengelola aset wakaf dengan professional dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan untuk kemaslahatan umat,” ungkap Muslimah sebagai ketua Lembaga Kenazhiran dengan penuh komitmen, memberikan jaminan bahwa program ini akan didukung penuh dari sisi kelembagaan dan regulasi.
Salah satu tokoh sentral dalam pertemuan ini adalah Bunda Elizawati, atau yang akrab dipanggil Bunda Reffan, seorang pengusaha sukses dan penggerak UMKM yang juga merupakan salah satu pengurus PERSAMI (Persatuan Saudagar Muslimah Indonesia) Sumatera Barat. Bunda Reffan yang dikenal dengan kepeduliannya terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dan UMKM menyambut hangat inisiatif kolaborasi ini dengan antusiasme yang luar biasa. “Alhamdulillah, ini adalah peluang emas bagi kami para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha dengan skema yang lebih berkah dan berkelanjutan. Selama ini kami menghadapi kendala permodalan, akses pasar, dan pengembangan kapasitas. Dengan adanya dukungan dari BWI dan Lembaga Kenazhiran melalui skema wakaf produktif, insya Allah usaha kami akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Bunda Reffan dengan penuh semangat dan harapan, mewakili suara para pelaku UMKM yang selama ini berjuang keras mengembangkan usaha di tengah keterbatasan.
PERSAMI Sumatera Barat yang merupakan wadah bagi para saudagar dan pengusaha muslimah di Sumatera Barat memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi syariah dan memberdayakan perempuan Muslim melalui kewirausahaan. Organisasi ini telah terbukti berhasil melahirkan banyak pengusaha perempuan sukses yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan selalu menginfakkan sebagian keuntungan mereka untuk kegiatan sosial dan dakwah. Melalui kerja sama dengan BWI Sumbar dan Lembaga Kenazhiran, PERSAMI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam mengembangkan UMKM berbasis wakaf produktif dengan melibatkan anggota-anggotanya yang tersebar di seluruh Sumatera Barat. “Kami akan mensosialisasikan program ini kepada seluruh anggota PERSAMI dan mengajak mereka untuk bergabung dalam gerakan UMKM berbasis wakaf. Ini adalah bentuk ibadah dan kontribusi nyata kami untuk kesejahteraan umat,” ujar bunda revan.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif dan produktif, berbagai skema kerja sama dibahas secara mendalam, mulai dari wakaf uang untuk modal usaha UMKM, wakaf produktif untuk membangun sentra produksi dan pemasaran bersama, hingga wakaf untuk program pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. BWI Sumbar dan Lembaga Kenazhiran menawarkan berbagai model pemberdayaan, seperti sistem bagi hasil yang adil, pendampingan manajemen usaha, akses ke pasar yang lebih luas melalui platform digital, serta pelatihan keterampilan dan inovasi produk agar UMKM dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Para peserta sangat antusias dan memberikan respons positif, bahkan beberapa di antaranya langsung menyatakan kesediaan untuk menjadi pilot project dalam program ini. Bunda Reffan yang juga hadir sebagai narasumber memberikan testimoni inspiratif tentang bagaimana usahanya berkembang pesat setelah menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah dan selalu mengalokasikan sebagian keuntungan untuk sedekah dan wakaf, membuktikan bahwa rezeki yang diberkahi akan terus mengalir dan berlipat ganda.
Kerja sama strategis antara BWI Sumatera Barat, Lembaga Kenazhiran, para pegiat UMKM, dan PERSAMI ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi umat yang dapat direplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan menggabungkan potensi wakaf yang sangat besar dengan semangat kewirausahaan para pelaku UMKM, khususnya pengusaha perempuan yang tergabung dalam PERSAMI, maka akan tercipta ekosistem ekonomi umat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Bunda Reffan sebagai salah satu motor penggerak program ini menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi dan menginspirasi para pelaku UMKM lainnya agar tidak takut bermbermimpi besar dan terus berinovasi dalam mengembangkan usaha berbasis nilai-nilai Islam yang penuh berkah. “Mari kita buktikan bahwa UMKM berbasis wakaf bukan hanya impian, tetapi bisa menjadi kenyataan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat. Dengan bismillah dan kerja keras, insya Allah kita bisa” pungkasnya dengan penuh optimisme, meninggalkan semangat dan inspirasi bagi seluruh peserta untuk bersama-sama mewujudkan Sumatera Barat yang lebih sejahtera melalui pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf produktif.
By. Muhammad Yunus



