Padang-, Dr. Tatang Astaruddin, S.Ag., S.H., M.Si., selaku Wakil Ketua 1 Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja dan prestasi gemilang yang telah diraih oleh BWI Sumatera Barat. Apresiasi ini disampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Perwakilan Badan Wakaf Indonesia se-Sumatera Barat Tahun 2025 yang diselenggarakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting. (Rabu, 03/09/25).
BWI Sumatera Barat berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan BWI Award 2025 sebagai BWI Terinovatif. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen dan dedikasi BWI Sumbar dalam mengembangkan inovasi-inovasi terdepan di bidang perwakafan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Kegiatan RAKORDA BWI Sumatera Barat tahun ini mengangkat tema yang sangat strategis, yaitu “Perkuat Kelembagaan Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Barat Menuju Implementasi Minangkabau Berwakaf”. Tema ini menunjukkan visi besar BWI Sumbar untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal Minangkabau dengan konsep wakaf yang modern dan inovatif.
Dr. Tatang Astaruddin menyampaikan bahwa pencapaian BWI Sumatera Barat sebagai BWI Terinovatif 2025 merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen yang konsisten dalam mengembangkan program-program wakaf yang kreatif dan berdampak. Inovasi-inovasi yang telah diimplementasikan oleh BWI Sumbar telah menjadi contoh baik bagi perwakilan BWI di daerah lain.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua 1 BWI Pusat juga mengapresiasi inisiatif BWI Sumatera Barat dalam menyelenggarakan kegiatan RAKORDA secara konsisten. Kegiatan ini dinilai sangat penting sebagai wadah koordinasi, evaluasi, dan perencanaan program-program strategis untuk pengembangan wakaf di tingkat daerah.
RAKORDA BWI Sumatera Barat tahun 2025 ini diselenggarakan pada Rabu, 3 September 2025, dimulai pukul 09.00 hingga selesai melalui media Zoom Meeting. Format virtual ini dipilih untuk memudahkan partisipasi seluruh stakeholder dan peserta dari berbagai wilayah di Sumatera Barat tanpa terbatas oleh jarak dan waktu.
Kegiatan ini mengundang berbagai pihak untuk berpartisipasi aktif, termasuk pengurus BWI daerah, nazhir, ulama, akademisi, dan praktisi wakaf di seluruh Sumatera Barat. Partisipasi yang luas diharapkan dapat menghasilkan sinergi yang kuat dalam memperkuat kelembagaan wakaf di tingkat provinsi.
Dr. Tatang Astaruddin menekankan bahwa penguatan kelembagaan BWI di daerah merupakan kunci utama dalam mengoptimalkan potensi wakaf di Indonesia. Melalui kelembagaan yang kuat dan inovatif seperti yang ditunjukkan oleh BWI Sumatera Barat, program-program wakaf dapat diimplementasikan secara lebih efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Konsep “Minangkabau Berwakaf” yang diusung dalam RAKORDA ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan wakaf berbasis kearifan lokal yang dapat diadopsi oleh daerah lain. Integrasi nilai-nilai budaya Minangkabau dengan praktik wakaf modern diharapkan dapat memperkuat fondasi sosial ekonomi masyarakat Sumatera Barat melalui instrumen wakaf yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan pencapaian BWI Award 2025 sebagai BWI Terinovatif dan dukungan penuh dari BWI Pusat, BWI Sumatera Barat diharapkan dapat terus menjadi pelopor dalam pengembangan wakaf inovatif di Indonesia. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh perwakilan BWI di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan sektor perwakafan nasional.
By. Muhammad Yunus



