Padang- Geliat perwakafan di Bumi Minangkabau kembali mendapat momentum besar. Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang akan mempertemukan seluruh pengurus BWI kabupaten/kota se-Sumatera Barat pada Rabu, 3 September 2025. Acara bergengsi ini mengusung tema yang sangat menarik: “Perkuat Kelembagaan Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Barat Menuju Implementasi Minangkabau Berwakaf.”
Keunikan acara ini terletak pada penyelenggaraannya yang mengadopsi teknologi modern. Rakorda akan diselenggarakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting, memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari seluruh pelosok Sumatera Barat. Dengan Meeting ID 814 2993 0065 dan Passcode BWISB2025, acara ini menunjukkan adaptasi BWI terhadap perkembangan teknologi digital dalam menjalankan misi mulia perwakafan.
Momentum ini menjadi sangat istimewa karena melibatkan seluruh jajaran pengurus BWI dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Mulai dari Kota Padang sebagai ibu kota provinsi, hingga Kabupaten Dharmasraya yang memiliki karakteristik geografis unik, semuanya akan bersatu dalam satu visi besar mengembangkan potensi wakaf di tanah Minangkabau. Kehadiran seluruh perwakilan ini menggambarkan komitmen yang kuat untuk memajukan sektor perwakafan secara merata di seluruh wilayah.
Acara yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 09.00 hingga selesai ini memiliki agenda yang sangat komprehensif. Pembukaan yang megah akan dimeriahkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BWI, menunjukkan semangat nasionalisme yang tinggi dalam gerakan wakaf. Kehadiran langsung Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia sebagai pemberi arahan sekaligus pembuka acara menunjukkan betapa strategisnya posisi Sumatera Barat dalam peta perwakafan nasional.
Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah sesi “Evaluasi dan Penguatan Kelembagaan Perwakilan BWI Kab/Kota se-Sumatera Barat” yang akan dipimpin langsung oleh H. Yufrizal, S.Ag, M.HI selaku Sekretaris BWI Provinsi Sumatera Barat. Sesi ini diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi BWI di tingkat daerah, serta merumuskan strategi penguatan yang tepat sasaran.
Tidak kalah menarik, acara ini juga akan menghadirkan sesi “Penguatan Tugas dan Fungsi Perwakilan BWI sekaligus Perencanaan Program-Program Kolaboratif Perwakafan di Sumatera Barat” yang akan difasilitasi oleh Dr. Muslimah, S.Th.I, M.Ag. Sesi ini menjadi kunci untuk merumuskan roadmap pengembangan wakaf yang terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Barat, dengan memanfaatkan kearifan lokal Minangkabau.
Partisipasi dalam acara bergengsi ini telah dimudahkan dengan sistem registrasi online melalui link https://bit.ly/rakordapbwisumbar2025. Inovasi ini menunjukkan bahwa BWI Sumatera Barat tidak hanya modern dalam pengelolaan acara, tetapi juga dalam memberikan kemudahan akses bagi seluruh stakeholder. Bagi yang memerlukan informasi lebih lanjut, tersedia contact person Saudari Rasmi Hayati di nomor 0821-6956-7383.
Penyelenggaraan Rakorda ini semakin istimewa dengan lokasi sekretariat yang beralamat di Masjid Raya Syech Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Kota Padang. Pemilihan lokasi ini sangat simbolis, karena menghubungkan tradisi keilmuan Islam Minangkabau dengan gerakan wakaf modern. Masjid yang menjadi landmark spiritual Sumatera Barat ini menjadi saksi bisu komitmen BWI dalam memadukan warisan budaya dengan inovasi pengelolaan wakaf.
Kepemimpinan Rakorda yang dipercayakan kepada Dr. H. Japeri Jarab, MM sebagai Ketua dan H. Yufrizal, S.Ag, M.HI sebagai Sekretaris menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni dalam mengelola amanah wakaf. Kombinasi pengalaman dan keilmuan yang dimiliki kedua tokoh ini diharapkan dapat membawa angin segar dalam pengembangan ekosistem wakaf di Sumatera Barat.
Rakorda BWI Sumatera Barat 2025 ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum bersejarah untuk membangun visi besar “Minangkabau Berwakaf.” Dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota, acara ini diharapkan dapat melahirkan terobosan-terobosan inovatif dalam pengelolaan wakaf yang tidak hanya mengakar pada tradisi Minangkabau, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman modern. Semangat gotong royong dan musyawarah mufakat yang menjadi ciri khas budaya Minangkabau akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut.
By. Muhammad Yunus



