Padang – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Buya Dr. H. Japeri, MM bersama jajaran pengurus inti, yaitu Sekretaris H. Yufrizal, M.H.I dan Bendahara Umum Dr. Muslimah, M.Ag, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan wakaf profesional di Ranah Minang. Lembaga tersebut akan menggelar program unggulan berupa Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Nazhir Wakaf dengan tema “Skema – 2 Pelaksanaan Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf” yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2025.
Bagaikan oase di tengah padang pasir, program ini hadir sebagai jawaban atas dahaga para pengelola wakaf yang haus akan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesional. Pelatihan akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada 19-20 Mei 2025, sementara sertifikasi akan digelar secara tatap muka di Kota Padang pada 25 Mei 2025. Peserta yang mengikuti program bergengsi ini dikenakan investasi sebesar Rp 3,5 juta dengan kuota terbatas.
“Pelatihan dan sertifikasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi pengelolaan wakaf yang amanah, profesional, dan berdaya saing,” ungkap Buya Dr. H. Japeri, MM dengan sorot mata yang memancarkan semangat perjuangan. Beliau menambahkan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan nazhir-nazhir wakaf yang tidak hanya memahami aspek fiqih perwakafan, tetapi juga mampu mengembangkan aset wakaf dengan pendekatan manajerial modern.
H. Yufrizal, M.H.I selaku Sekretaris BWI Sumbar menjelaskan bahwa peserta akan memperoleh berbagai keuntungan bernilai tinggi, bak permata yang tersimpan dalam peti harta karun. “Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung seperti konsumsi, seminar kit, souvenir eksklusif, sertifikat pelatihan dari LPP BWI, hingga sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” paparnya dengan penuh antusiasme yang mengalir deras bagai air terjun yang jernih.
Daya tarik utama program ini adalah kesempatan bagi peserta untuk meraih gelar non-akademik Certified Waqf Competent (CWC), yang akan menjadi bukti kompetensi mereka di bidang pengelolaan wakaf. Dr. Muslimah, M.Ag selaku Bendahara Umum BWI Sumbar menegaskan bahwa gelar tersebut akan menjadi penanda kualitas nazhir yang diakui secara nasional, laksana mercusuar yang menjadi panduan bagi kapal-kapal di tengah lautan.
“Wakaf memiliki potensi luar biasa dalam pembangunan ekonomi umat. Namun, potensi tersebut hanya dapat dioptimalkan jika dikelola oleh nazhir yang memiliki kapasitas dan integritas tinggi,” ujar Dr. Muslimah dengan nada yang menyiratkan kesungguhan. Layaknya tanah yang gersang ditanami bibit unggul, wakaf yang dikelola nazhir profesional akan menghasilkan manfaat berlipat ganda bagi masyarakat.
Program pelatihan akan menghadirkan para pakar dan praktisi wakaf terkemukuka yang akan membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka. Materi yang disajikan meliputi aspek hukum perwakafan, manajemen aset wakaf produktif, investasi dan pengembangan wakaf, hingga pelaporan keuangan wakaf yang transparan dan akuntabel. Seluruh ilmu tersebut dikemas dalam kurikulum yang komprehensif, ibarat mozaik indah yang tersusun dari kepingan-kepingan kaca berwarna.
BWI Sumbar juga membuka kesempatan bagi berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam program ini. Mulai dari pengurus masjid, pesantren, yayasan pendidikan Islam, hingga individu yang memiliki minat dalam pengelolaan wakaf dapat mendaftarkan diri. “Kami ingin program ini menjangkau berbagai lapisan masyarakat, karena wakaf adalah instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang inklusif,” tegas Buya Dr. H. Japeri, MM dengan semangat yang berkobar laksana api yang tak kunjung padam.
Untuk memudahkan proses pendaftaran, BWI Sumbar telah menyediakan tautan khusus di https://forms.gle/6Ff9YGMCiFvqgVhA9. Selain itu, calon peserta juga dapat menghubungi nomor kontak 082169567383 (Rasmi) untuk informasi lebih lanjut. Bagaikan buah yang ranum di pohon, program ini siap dipetik manfaatnya oleh siapa saja yang berminat mengembangkan kompetensi di bidang wakaf.
Kehadiran program Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Nazhir Wakaf ini diharapkan menjadi katalisator percepatan pengembangan wakaf produktif di Sumatera Barat. Seperti mentari yang membangkitkan semangat di pagi hari, program ini diproyeksikan mampu menginspirasi gelombang baru pengelolaan wakaf yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang dan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas.
“BWI Sumbar bertekad untuk terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan wakaf di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami membangun jembatan emas yang menghubungkan tradisi wakaf dengan tuntutan modernitas,” tutup Buya Dr. H. Japeri, MM dengan penuh keyakinan, layaknya nahkoda yang mengarahkan kapal menuju pelabuhan kemakmuran.
By. Muhammad Yunus



