Padang, 01 Mei 2025 – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat dalam rangka peresmian Unit Pengelola Wakaf (UPW) Universitas Negeri Padang (UNP) pada Rabu (30/04/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Kamaruddin menekankan pentingnya wakaf uang sebagai instrumen pembangunan peradaban. “Wakaf uang adalah solusi untuk membangun peradaban. Jika potensi besar ini dikapitalisasi dengan baik, kita bisa menjadikan Padang sebagai model filantropi pendidikan di tingkat nasional,” ungkapnya dengan penuh semangat di hadapan para tamu undangan dan sivitas akademika UNP.
Peresmian UPW UNP ini menjadi bagian dari upaya strategis pengembangan wakaf produktif di lingkungan perguruan tinggi. Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu menjadi katalisator dalam pengelolaan wakaf secara profesional dan transparan untuk kemajuan pendidikan tinggi.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan mekanisme pengelolaan UPW yang akan mengandalkan endowment fund (dana abadi). “Dana ini akan bersumber dari kontribusi UNP, masyarakat, dan berbagai stakeholder. Pengelolaannya akan difokuskan pada tiga pilar utama: beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, pembangunan infrastruktur pendidikan, dan pendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.
Inisiatif pendirian UPW UNP merupakan wujud nyata implementasi kebijakan nasional tentang pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Dengan adanya unit khusus ini, diharapkan pengelolaan wakaf dapat dilakukan secara lebih optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan.
Ketua UPW UNP yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Internasional, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si, M.Si, menambahkan bahwa program ini mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk alumni dan mitra strategis, untuk terlibat aktif dalam pengembangan wakaf di lingkungan kampus.
“Kami berharap dengan adanya UPW ini, gerakan wakaf produktif dapat semakin berkembang dan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan pendidikan di Sumatera Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujar Dr. Deski Beri dengan optimisme tinggi.
Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris BWI, H. Anas Nasikhin, M.Si, Rektor UIN Imam Bonjol Prof. Dr. Martin Kustati, Pengurus BWI Sumbar Yufrizal dan Muslimah, serta seluruh jajaran pimpinan di lingkungan UNP.
Kunjungan Sekjen Kemenag RI ke Sumatera Barat tidak hanya terbatas pada peresmian UPW UNP, tetapi juga meliputi serangkaian agenda strategis terkait pengembangan wakaf di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan wakaf produktif sebagai salah satu solusi pembangunan ekonomi berbasis keumatan.
By, Muhammad Yunus



